Hello Bankers,,,,
menilik judul postingan diatas..mortgage, Honour or Horor?.. kalimat itu yang sering kali muncul di para bankers, khususnya untuk divisi risk hampir setiap bank, baik bank besar maupun bank kecil...
Perlu diingat, definisi Mortgage itu sebenrnya apa sih? makhluk macam apa itu? berdasarkan secara harfiah, mortgage bisa diartikan instrumen utang dengan pemberian hak tanggungan atas properti dan peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai jaminan terhadap kewajibannya...
Mungkin perlu dijelaskan lagi apa sih hak tanggungan, untuk para newbie bankers, hak tanggungan itu adalah suatu pengiakatan atas aset tidak bergerak misalnya rumah, ruko, apartemen...
Perlu diingat, Bank dalam menjalankan bisnisnya yaitu funding lending, untuk lending (pemberian kredit pinjaman) posisi jaminan sangat penting, disamping usaha yang dibiayai tersebut. Jika bicara mengenai mortgage, sangat erat dengan jaminan yang diikat oleh bank
Tulisan ini tidak menulis dan mengulas beberapa bisnis yang sedang up atau sunset, akan tetapi penulis mencoba mensharing pengalamannya di perbankan, khususnya di bidang mortgage...
Bicara mengenai Mortgage / hipotek, maka ada beberapa ciri khas yaitu :
1. accecoir, artinya hipotek merupakan perjanjian tambahan yang keberadaannya tergantung pada perjanjian pokoknya yaitu utang piutang
2. Ondeelbaar, yaitu hipotek tidak dapat dibagi-bagi karena hipotek terletak diatas seluruh benda yang menjadi objeknya, artinya sebagian hak hipotek tidak menjadi hapus dengan dibayarkan sebagian hutang
3. Mengandung hak untuk pelunasan utang saja, jadi tidak mengandung hak untuk memiliki bendanya, namun jika diperjanjikan, kreditur berhak menjual benda jaminan yang bersangkutan atas kekuasannya sendiri
Jadi intinya dari ketiga point diatas, Hipotek atau Hak tanggungan yang mengikat di aset milik perbankan, sangat mengcover kreditur, karena jika debitur tidak mampu bayar kredit bisa eksekusi aset tersebut..
Tapi perlu dingat, berdasarkan pengalaman penulis, untuk aset diatas 2Milyard, untuk menjualnya sedikit susah, dalam artian memang harga tanah relatif meningkat tiap tahun, akan tetapi income dari per individu tiap tahun belum tentu naik, sehingga ada GAP antara harga aset dengan Demand (permintaan) untuk aset tersebut....Sehingga sesuai dengan judul artikel, Mortgage Honour or Horor? sesuai dengan risk appetite (pendekatan risiko) di setiap bank....
@AnggiBaginda
IG anggibagindasiregar
Blog about Financial Solution, Leadership, share my knowledge about banking industry, Promote anything,, My Traveling Experience,, anything in My mind. ....Just Enjoy my blog...
Selasa, 16 Januari 2018
Selasa, 22 November 2016
...........I'M BACK For Almost 5 Years.....
Hai.. iseng-iseng buka internet dan blog saya.. walaupun aga lupa passwordnya eh tau-taunya bener dan bisa masuk..hore!! *apasih..
Ga kerasa hampir 5 tahun udah ga nulis blog lagi... maklum sekarang sibuk mengurusi istri dan satu orang buah hati kami.... Kepikir juga wah dulu bisa juga saya nulis entah dapet ilham dari mana itu...... *abaikan
Tak terasa perjalanan dari awal pembuatan blog ini, awalnya saya "baru" mencicipi menjadi seorang bankers yang masih enerjik penuh tantangan dan intrik,,,, alhamdullilah sampai umur saya sekarang ini (baca-30 tahun)...saya masih menjadi Bankers tapi sudah tidak di bisnis lagi, melainkan di Risk alias reviewer di suatu Bank swasta nasional..
Hmmm.. perjalanan total hampir 8 tahun di perkreditan tidaklah mudah dilalui... banyak pengalaman bertemu orang / debitur yang bermacam-macam tipe dari welcome, Mafia, kamfret, daaan segala macam.. intinya permasalahan di kredit itu adalah JUJUR baik diri bankers sendiri maupun dari pihak client.
Memang JUJUR sangat sulit, sampai saat ini penulis pun masih kadang-kadang tidak jujur karena manusia biasa,,,, Permasalah kredit macet adalah satu yaitu "Salah Penggunaan Kreditnya"... Di pengajuan ditulis untuk modal kerja, lalu dipakai client untuk beli rumah atau beli mobil (akibat tidak Jujur tersebut)..
Ngemeng-ngemeng,, tahun 2016 akan berakhir,, sedikit catatan di tahun 2016 ini, Banyak kredit macet yang terjadi di beberapa perbankan akibat memang kondisi Makroekonomi yang melambat pertumbuhannya... Inflasi juga tumbuh perkiraan 4-5% sampai akhir taun 2016 ini..
Untuk seorang Karyawan seperti saya, mungkin butuh lebih effort untuk menyisakan sebagian gaji dikarenakan tahun 2017 yang akan datang harga barang dan aset semakin mahal...
salam
Anggi Baginda
@AnggiBaginda
Ga kerasa hampir 5 tahun udah ga nulis blog lagi... maklum sekarang sibuk mengurusi istri dan satu orang buah hati kami.... Kepikir juga wah dulu bisa juga saya nulis entah dapet ilham dari mana itu...... *abaikan
Tak terasa perjalanan dari awal pembuatan blog ini, awalnya saya "baru" mencicipi menjadi seorang bankers yang masih enerjik penuh tantangan dan intrik,,,, alhamdullilah sampai umur saya sekarang ini (baca-30 tahun)...saya masih menjadi Bankers tapi sudah tidak di bisnis lagi, melainkan di Risk alias reviewer di suatu Bank swasta nasional..
Hmmm.. perjalanan total hampir 8 tahun di perkreditan tidaklah mudah dilalui... banyak pengalaman bertemu orang / debitur yang bermacam-macam tipe dari welcome, Mafia, kamfret, daaan segala macam.. intinya permasalahan di kredit itu adalah JUJUR baik diri bankers sendiri maupun dari pihak client.
Memang JUJUR sangat sulit, sampai saat ini penulis pun masih kadang-kadang tidak jujur karena manusia biasa,,,, Permasalah kredit macet adalah satu yaitu "Salah Penggunaan Kreditnya"... Di pengajuan ditulis untuk modal kerja, lalu dipakai client untuk beli rumah atau beli mobil (akibat tidak Jujur tersebut)..
Ngemeng-ngemeng,, tahun 2016 akan berakhir,, sedikit catatan di tahun 2016 ini, Banyak kredit macet yang terjadi di beberapa perbankan akibat memang kondisi Makroekonomi yang melambat pertumbuhannya... Inflasi juga tumbuh perkiraan 4-5% sampai akhir taun 2016 ini..
Untuk seorang Karyawan seperti saya, mungkin butuh lebih effort untuk menyisakan sebagian gaji dikarenakan tahun 2017 yang akan datang harga barang dan aset semakin mahal...
salam
Anggi Baginda
@AnggiBaginda
Langganan:
Postingan (Atom)