Hai Bankers....
Sebelumnya penulis pertama tama mengucapkan minal aidin wal faidzin.. Mohon maaf lahir batin...
Sebenernya topik kali ini aga berat si mengingat hari ini hari pertama masuk setelah libur 10 hari lebaran... Penulis mencoba mengingat-ingat kejadian atau informasi menarik sekitar bank konven (plus minusnya)..
Bank Konvensional,
Mendengar kalimat bank konven, menurut pembaca apa yang terlintas dipikiran kalian? bunga? tabungan? ngutang? malah lebih extreem lagi RIBA?..
Saya tidak membahas masalah RIBA karena saya mengakui ilmu agama saya sangat dangkal, jadi saya tidak akan membahas terlalu jauh, pada kesempatan kali ini saya hanya membahas apa saja si info2 di bank konvensional, produk dan kebijakannya...
Teman2, bisnis perbankan itu adalah bisnis kepercayaan (trust), pernah saya denger "enak kerja dibank, kerja di bank itu duitnya banyak, waduw kalau duitnya banyak tiap tahun saya ganti mobil dong (bcanda -red)... Bank itu dalam prakteknya adalah seperti makelar, Mungkin teman2 pernah kan bantu temen untuk menjual mobil atau rumah dengan meminta fee/persenan dari hasil penjualan, Nah kira2 bisnis bank seperti itu kurang lebihnya....
Bank itu untung bersihnya ada dari berbagai sumber, bisa marjin bunga pinjaman, Fee based, Marjin forex/valas, atau marjin investasi lainnya.. Kalau marjin bunga pinjaman bisa dianalogikan selisih dari bunga pinjaman dikurangi cosf of fund, Cost of fund itu apa sih? makhluk apa itu? secara gampangnya itu kurang lebih yaitu bunga deposito tertinggi ditambah biaya operasional dan biaya lainnya..
Jika bunga pinjaman 12%, bunga deposito 6% biaya-biaya 2%, nah cost of fund 8%, jadi marjin bunga pinjaman (12% - 8%) yaitu 4%, selama satu tahun ya... Menurut pembaca keuntungan 4% setahun, jika di sebulankan yaitu 0,34% per bulan termasuk besar atau kecil?, Jawabannya tergantung....Misalnya jika dibandingkan dengan usaha (sektor riil) misalnya jualan beras, sembako itu marjin 5%, Jasa misalnya bengkel mobil/motor Marjin 30%.
Nah bicara pinjaman, di Bank konven ada beberapa produk, Secara garis besar, pinjaman di bank konven ada dua yaitu :
1. Non-Cash loan (pinjaman yang tidak tunai), pinjaman ini hanya bersifat penjaminan saja, Bank tidak mengeluarkan uang seperak pun kepada customer, Koq bisa? lalu apa saja termasuk non-cash loan?
Non-cash loan ini adalah Bank selaku penjamin atas suatu transaksi, misalnya customer mau beli barang impor dari luar negeri, nah Supplier mensyaratkan Harus pakai Bank untuk menjamin transaksi itu. Bank bisa mengeluarkan LC/Letter of Credit.. Lalu pertanyaannya Bank dapat untung darimana jika mengeluarkan LC? nah jawabannya adalah bank membebankan provisi atau admin per pembukaan kepada customer senilai beberapa USD or Rp tertentu, nah biaya itu masuk dalam fee based..
2. Cash Loan, Pinjaman ini yaitu Bank mengeluarkan uang untuk customernya, Uang tersebut akan digunakan customer untuk usahanya atau investasi atau konsumsi.. Cash Loan dibagi manjadi :
a. Pinjaman Rekening Koran (PRK), Pinjaman ini murni untuk customer yang mempunyai usaha. Nah pinjaman rekening koran ini (PRK) bisa terbilang unik, customer hanya membayar bunganya saja sesuai pemakaian (tidak harus dilunasi), akan tetapi tiap tahun kena biaya provisi, biaya itu seperti annual fee tiap tahun di kartu kredit... Pertanyaannya koq enak banget customer hanya bayar bunga saja tiap bulan? ga harus dilunasi?...
Nah pertanyaan ini yang menjadi sulit dijawab, karena dari segi risiko, pinjaman rekening koran ini berisiko tinggi karena pokok hutang yang tidak turun alias manteng saja, Pinjaman PRK ini juga menjadi polemik antara bank konven dengan bank syariah, karena saya pernah dengar bank syariah jarang ada produk Pinjaman Rekening koran ini, adanya pinjaman angsuran, walaupun ada pinjaman By Project, jadi setelah project selesai ya lunas pinjamannya... Hal tersebut berbeda dengan pinjaman PRK dimana jika tidak ditutup ya tidak lunas-lunas... Penulis tidak mau membahas terlalu jauh mengenai hal tersebut dan bagaimana hubungannya dengan prinsip syariah, karena ilmu penulis yang terlalu dangkal...
b. Pinjaman Angsuran (investasi/modal kerja), Pinjaman ini diangsur setiap bulannya, Pokok hutang menurun setiap bulannya. Sama seperti kredit mobil, Handphone secara cicilan (kurang lebih sama),, Akan tetapi yang perlu digarisbawahi adalah bank konven perhitungann bunga menggunakan bunga annuitas ya,,, Nah banyak customer yang merasa tertipu dengan pehitungan bunga annuitas ini, dimana kredit/pinjaman sudah berjalan setengah jalan, koq pinjamannya masih gede, itu yang dinamakan bunga annuitas..... Apa itu bunga annuitas? pembaca bisa seacrh gooling annuitas, karena kalau dibahas dalam tulisan ini bisa buat buku mungkin...hehe"
c. Pinjaman Konsumsi, Pinjaman ini sama seperti dengan pinjaman angsuran, tapi untuk konsumsi/digunakan oleh customer, misalnya KPR, Kendaraan dll... Untuk KPR pembaca bisa membaca artikel yang penulis buat sebelumnya dengan judul "Mortgage Honour or Horor?"
Secara garis besar pinjaman yang dilempar oleh Bank produknya kurang lebih seperti diatas, yang berbeda antara bank konven yang satu dengan yang lain adalah pricing (bunga dan biaya), kebijakan (Nominal hutang) dan kebijakan lainnya (meliputi sistem pembayaran dsb)...
Semoga tulisan ini bermanfaat... kurang lebih penulis minta maaf, Jazzakumullah, kesempurnaan milik Allah SWT..
@AnggiBaginda on twitter
@anggibagindasiregar on IG
Blog about Financial Solution, Leadership, share my knowledge about banking industry, Promote anything,, My Traveling Experience,, anything in My mind. ....Just Enjoy my blog...
Rabu, 20 Juni 2018
Selasa, 16 Januari 2018
Mortgage... Honour or Horor?
Hello Bankers,,,,
menilik judul postingan diatas..mortgage, Honour or Horor?.. kalimat itu yang sering kali muncul di para bankers, khususnya untuk divisi risk hampir setiap bank, baik bank besar maupun bank kecil...
Perlu diingat, definisi Mortgage itu sebenrnya apa sih? makhluk macam apa itu? berdasarkan secara harfiah, mortgage bisa diartikan instrumen utang dengan pemberian hak tanggungan atas properti dan peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai jaminan terhadap kewajibannya...
Mungkin perlu dijelaskan lagi apa sih hak tanggungan, untuk para newbie bankers, hak tanggungan itu adalah suatu pengiakatan atas aset tidak bergerak misalnya rumah, ruko, apartemen...
Perlu diingat, Bank dalam menjalankan bisnisnya yaitu funding lending, untuk lending (pemberian kredit pinjaman) posisi jaminan sangat penting, disamping usaha yang dibiayai tersebut. Jika bicara mengenai mortgage, sangat erat dengan jaminan yang diikat oleh bank
Tulisan ini tidak menulis dan mengulas beberapa bisnis yang sedang up atau sunset, akan tetapi penulis mencoba mensharing pengalamannya di perbankan, khususnya di bidang mortgage...
Bicara mengenai Mortgage / hipotek, maka ada beberapa ciri khas yaitu :
1. accecoir, artinya hipotek merupakan perjanjian tambahan yang keberadaannya tergantung pada perjanjian pokoknya yaitu utang piutang
2. Ondeelbaar, yaitu hipotek tidak dapat dibagi-bagi karena hipotek terletak diatas seluruh benda yang menjadi objeknya, artinya sebagian hak hipotek tidak menjadi hapus dengan dibayarkan sebagian hutang
3. Mengandung hak untuk pelunasan utang saja, jadi tidak mengandung hak untuk memiliki bendanya, namun jika diperjanjikan, kreditur berhak menjual benda jaminan yang bersangkutan atas kekuasannya sendiri
Jadi intinya dari ketiga point diatas, Hipotek atau Hak tanggungan yang mengikat di aset milik perbankan, sangat mengcover kreditur, karena jika debitur tidak mampu bayar kredit bisa eksekusi aset tersebut..
Tapi perlu dingat, berdasarkan pengalaman penulis, untuk aset diatas 2Milyard, untuk menjualnya sedikit susah, dalam artian memang harga tanah relatif meningkat tiap tahun, akan tetapi income dari per individu tiap tahun belum tentu naik, sehingga ada GAP antara harga aset dengan Demand (permintaan) untuk aset tersebut....Sehingga sesuai dengan judul artikel, Mortgage Honour or Horor? sesuai dengan risk appetite (pendekatan risiko) di setiap bank....
@AnggiBaginda
IG anggibagindasiregar
menilik judul postingan diatas..mortgage, Honour or Horor?.. kalimat itu yang sering kali muncul di para bankers, khususnya untuk divisi risk hampir setiap bank, baik bank besar maupun bank kecil...
Perlu diingat, definisi Mortgage itu sebenrnya apa sih? makhluk macam apa itu? berdasarkan secara harfiah, mortgage bisa diartikan instrumen utang dengan pemberian hak tanggungan atas properti dan peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai jaminan terhadap kewajibannya...
Mungkin perlu dijelaskan lagi apa sih hak tanggungan, untuk para newbie bankers, hak tanggungan itu adalah suatu pengiakatan atas aset tidak bergerak misalnya rumah, ruko, apartemen...
Perlu diingat, Bank dalam menjalankan bisnisnya yaitu funding lending, untuk lending (pemberian kredit pinjaman) posisi jaminan sangat penting, disamping usaha yang dibiayai tersebut. Jika bicara mengenai mortgage, sangat erat dengan jaminan yang diikat oleh bank
Tulisan ini tidak menulis dan mengulas beberapa bisnis yang sedang up atau sunset, akan tetapi penulis mencoba mensharing pengalamannya di perbankan, khususnya di bidang mortgage...
Bicara mengenai Mortgage / hipotek, maka ada beberapa ciri khas yaitu :
1. accecoir, artinya hipotek merupakan perjanjian tambahan yang keberadaannya tergantung pada perjanjian pokoknya yaitu utang piutang
2. Ondeelbaar, yaitu hipotek tidak dapat dibagi-bagi karena hipotek terletak diatas seluruh benda yang menjadi objeknya, artinya sebagian hak hipotek tidak menjadi hapus dengan dibayarkan sebagian hutang
3. Mengandung hak untuk pelunasan utang saja, jadi tidak mengandung hak untuk memiliki bendanya, namun jika diperjanjikan, kreditur berhak menjual benda jaminan yang bersangkutan atas kekuasannya sendiri
Jadi intinya dari ketiga point diatas, Hipotek atau Hak tanggungan yang mengikat di aset milik perbankan, sangat mengcover kreditur, karena jika debitur tidak mampu bayar kredit bisa eksekusi aset tersebut..
Tapi perlu dingat, berdasarkan pengalaman penulis, untuk aset diatas 2Milyard, untuk menjualnya sedikit susah, dalam artian memang harga tanah relatif meningkat tiap tahun, akan tetapi income dari per individu tiap tahun belum tentu naik, sehingga ada GAP antara harga aset dengan Demand (permintaan) untuk aset tersebut....Sehingga sesuai dengan judul artikel, Mortgage Honour or Horor? sesuai dengan risk appetite (pendekatan risiko) di setiap bank....
@AnggiBaginda
IG anggibagindasiregar
Selasa, 22 November 2016
...........I'M BACK For Almost 5 Years.....
Hai.. iseng-iseng buka internet dan blog saya.. walaupun aga lupa passwordnya eh tau-taunya bener dan bisa masuk..hore!! *apasih..
Ga kerasa hampir 5 tahun udah ga nulis blog lagi... maklum sekarang sibuk mengurusi istri dan satu orang buah hati kami.... Kepikir juga wah dulu bisa juga saya nulis entah dapet ilham dari mana itu...... *abaikan
Tak terasa perjalanan dari awal pembuatan blog ini, awalnya saya "baru" mencicipi menjadi seorang bankers yang masih enerjik penuh tantangan dan intrik,,,, alhamdullilah sampai umur saya sekarang ini (baca-30 tahun)...saya masih menjadi Bankers tapi sudah tidak di bisnis lagi, melainkan di Risk alias reviewer di suatu Bank swasta nasional..
Hmmm.. perjalanan total hampir 8 tahun di perkreditan tidaklah mudah dilalui... banyak pengalaman bertemu orang / debitur yang bermacam-macam tipe dari welcome, Mafia, kamfret, daaan segala macam.. intinya permasalahan di kredit itu adalah JUJUR baik diri bankers sendiri maupun dari pihak client.
Memang JUJUR sangat sulit, sampai saat ini penulis pun masih kadang-kadang tidak jujur karena manusia biasa,,,, Permasalah kredit macet adalah satu yaitu "Salah Penggunaan Kreditnya"... Di pengajuan ditulis untuk modal kerja, lalu dipakai client untuk beli rumah atau beli mobil (akibat tidak Jujur tersebut)..
Ngemeng-ngemeng,, tahun 2016 akan berakhir,, sedikit catatan di tahun 2016 ini, Banyak kredit macet yang terjadi di beberapa perbankan akibat memang kondisi Makroekonomi yang melambat pertumbuhannya... Inflasi juga tumbuh perkiraan 4-5% sampai akhir taun 2016 ini..
Untuk seorang Karyawan seperti saya, mungkin butuh lebih effort untuk menyisakan sebagian gaji dikarenakan tahun 2017 yang akan datang harga barang dan aset semakin mahal...
salam
Anggi Baginda
@AnggiBaginda
Ga kerasa hampir 5 tahun udah ga nulis blog lagi... maklum sekarang sibuk mengurusi istri dan satu orang buah hati kami.... Kepikir juga wah dulu bisa juga saya nulis entah dapet ilham dari mana itu...... *abaikan
Tak terasa perjalanan dari awal pembuatan blog ini, awalnya saya "baru" mencicipi menjadi seorang bankers yang masih enerjik penuh tantangan dan intrik,,,, alhamdullilah sampai umur saya sekarang ini (baca-30 tahun)...saya masih menjadi Bankers tapi sudah tidak di bisnis lagi, melainkan di Risk alias reviewer di suatu Bank swasta nasional..
Hmmm.. perjalanan total hampir 8 tahun di perkreditan tidaklah mudah dilalui... banyak pengalaman bertemu orang / debitur yang bermacam-macam tipe dari welcome, Mafia, kamfret, daaan segala macam.. intinya permasalahan di kredit itu adalah JUJUR baik diri bankers sendiri maupun dari pihak client.
Memang JUJUR sangat sulit, sampai saat ini penulis pun masih kadang-kadang tidak jujur karena manusia biasa,,,, Permasalah kredit macet adalah satu yaitu "Salah Penggunaan Kreditnya"... Di pengajuan ditulis untuk modal kerja, lalu dipakai client untuk beli rumah atau beli mobil (akibat tidak Jujur tersebut)..
Ngemeng-ngemeng,, tahun 2016 akan berakhir,, sedikit catatan di tahun 2016 ini, Banyak kredit macet yang terjadi di beberapa perbankan akibat memang kondisi Makroekonomi yang melambat pertumbuhannya... Inflasi juga tumbuh perkiraan 4-5% sampai akhir taun 2016 ini..
Untuk seorang Karyawan seperti saya, mungkin butuh lebih effort untuk menyisakan sebagian gaji dikarenakan tahun 2017 yang akan datang harga barang dan aset semakin mahal...
salam
Anggi Baginda
@AnggiBaginda
Selasa, 22 November 2011
Intermezzo : The Beautiful Gili NTB...
Setelah sampai di BIL kami langsung ke pelabuhan bangsal untuk nyebrang ke pulau GILI Trawangan. Disamping Gili Trawangan, masih ada 2 Gili lagi yang menarik di lombok, yaitu Gili Air dan Gili Meno. Cuman di Gili Trawangan sangat terasa dugem dan keramaian. Turis disana mayoritas adalah turis asing.. Kalau di Gili Air dan Meno masih relatif sepi, jika anda ingin berbulan madu, maka disarankan ke Gili Air atau Meno...
Jarak dari BIL ke Pelabuhan bangsal sekitar 80 km.. anda juga bisa menggunakan taksi dengan argo tembak sekitar Rp 225rb per sekali jalan. Kalau anda lebih dari 3 orang saya sarankan menggunakan taksi tembak karena lebih efisien..
Foto diatas adalah foto jalan menuju pelabuhan bangsal, serta suasana di Gili Trawangan... Dari pelabuhan bangsal kami menyebrang sekitar 40 menit menggunakan kapal kecil dengan ongkos Rp 10rb...
Berikut foto suasana pulau Gili Trawangan Lombok
Di Gili Trawangan anda bisa juga snorkling dengan menggunakan jasa snorkling di Gili Trawangan yaitu dengan harga sekitar Rp 120rb dari pukul 10 pagi sampai pukul 4 sore....selain itu anda dapat diving juga melihat konservasi kura-kura....
Bagi Backpacker, jangan khawatir.. penginapan dan makanan ada yang murah2 koq... penginapan untuk backpacker anda bisa nyari home stay... yang harganya berkisar Rp 125rb-150rb per malem (bisa 2 orang) tampa AC dan tivi (hanya kipas angin dan lemari).. kalau mau mahalan dikit ada yang harganya Rp 300-400rb per malam (AC+Tivi+DVD)...
untuk makanan ada juga semacam warteg yg menjual makanan rames khas warteg (nasi, mie goreng, orek tempe) dengan harga Rp 15.000 - Rp 20.000,- . Selain itu kalau mau makan seafood mur mer, kaum backpacker bisa makan di Pasar malem sampai pantai yang harganya lumayan murah. satu orang Rp 30-40rb udh dapet ikan + cumi...
Secara umum masyarakatnya welcome, apalagi kalau kita bilang turis lokal nih, jgn mahal2 dong..pasti didiskon....
We'll be missing this heaven... Visit Gili NTB...
@AnggiBaginda on twitter
Kamis, 14 April 2011
Become a Good Bankir............
Bankir
Bankir... adalah orang yang bekerja di industri jasa keuangan...Banyak orang yang mikir, jabatan dan kerjaannya enak, gaji besar, tunjangan lumayan..Akan tetapi di samping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menjadi bankir yang handal... Berikut adalah Tipsnya :
@AnggiBaginda on twitter (United Overseas Bank)
Bankir... adalah orang yang bekerja di industri jasa keuangan...Banyak orang yang mikir, jabatan dan kerjaannya enak, gaji besar, tunjangan lumayan..Akan tetapi di samping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menjadi bankir yang handal... Berikut adalah Tipsnya :
- Bankir adalah pekerjaan yang bisa dibilang berisiko tinggi, khususnya di bidang kredit dan operasional..mengapa demikian? khusus di bidang kredit, seorang bankir dengan wewenang dari jabatannya dapat merekomendasikan atau memutus seseorang untuk diberikan kredit yang besarnya sesuai judgement dari bankir itu sendiri. Tak lain dengan bidang Operasional, ini juga riskan, setiap hari seorang manajer operasionalataupun petugas teller berhubungan dengan penyetoran uang, pengiriman bank note, transfer. Tak pelak jika Integritas seorang bankir goyah, maka Bank dapat dibobol oleh bankir/petugas bank tersebut.
- Seorang bankir yang bekerja di divisi privilage banking juga mempunyai risiko. Divisi ini bisa juga dibobol oleh bankir itu sendiri. Seorang Privilage Manager (Bankir funding) mengelola portofolio nasabah diatas 1M, Setahu saya seorang privilage manager banyak relasi mulai dari pejabat sampai pengusaha yang mempunyai kelebihan dana sehingga ditarik ke Bank dan diiming-imingi return yang cukup menarik. Berdasarkan asal muasalnya uang tersebut, mungkin saja dana tersebut adalah hasil dari money laundring. Money Laundring adalah uang dari hasil tindak kejahatan seperti penjudian, penjualan narkotika, korupsi dan lain-lain. Risiko yang akan muncul yaitu fund manajer tersebut dapat memindahkan secara langsung portofolio / deposito nasabah privilage dengan wewenangnya tanpa sepengetahuan nasabah ybs. Hal tersebut terjadi di salah satu bank asing di negeri kita ini. Saran saya anda sebagai nasabah, anda harus update tabungan atau deposito anda minimal satu bulan sekali untuk mengantisipasi hal tersebut.
- Seorang Bankir dalam bekerja sangat berbeda dengan karyawan di industri lainnya baik dalam cara berpakaian maupun dalam bertingkah laku. Pernah perhatikan tidak, seorang bankir selalu memakai pakaian yang rapi, serasi. Karena bankir bekerja di sektor jasa keuangan, tidak ada barang yang dijual (berbeda dengan consumer goods) melainkan sebagai media intermediasi antara Bank dengan Nasabah.
- Seorang Bankir seyogyanya menjaga perilaku dan menjaga bahasanya. Seorang bankir diharapkan juga mengetahui perencaan keuangan serta soft skill negosiasi yang bagus. Mengapa demikian, karena industri keuangan dan perbankan sangat kaku dan statis, tidak se fleksibel dari bidang consumer goods..Produk yang dijual pun hampir sama di setiap bank, hanya yang membedakan service (pelayanan) dari bankir terhadap nasabahnya...
@AnggiBaginda on twitter (United Overseas Bank)
Sabtu, 09 April 2011
Tips Mengetahui kebutuhan modal kerja (working capital) Bagian 1....
Saya sedikit mau Sharing nih pengetahuan saya tentang analisa kebutuhan modal kerja bagi anda yang punya usaha atau berniat usaha dengan pembiayaan dari Bank/ institusi pembiayaan lainnya...
Disini saya menggunakan istilah WC (working capital/modal kerja) dalam tulisan ini....Pertama-tama saya ingin memaparkan definisi WC (working Capital) terlebih dahulu, WC adalah pembiayaan dari bank/institusi lainnya untuk membantu usaha anda dalam pengadaan persediaan (stok) barang, pembiayaan piutang (tagihan) dikarenakan umur tagihan anda yang lama (tempo sampai sebulan) atau pelunasan hutang dagang anda kepada pihak ketiga..
WC yang diberikan oleh Bank/Institusi lainnya hanya membiayai ke 3 unsur tadi yaitu Stok, Piutang dan Hutang dagang, dan bukan untuk pembelian mesin, pembelian ruko/tempat usaha... Mengapa demikian? karena WC termasuk pembiayaan untuk belanja modal bukannya untuk pembelanjaan inventaris/peralatan seperti mesin, ruko dll.
Perhitungan WC oleh Bank/Institusi lainnya sebenarnya sangat simpel.. Bank bisa memberi pembiayaan WC kepada anda dengan perhitungan Maksimal 3x dari omset anda perbulan. Misalnya usaha anda mempunyai omset per bulan, maka Bank bisa memberi pembiayaan WC kepada anda maksimal Rp 300juta (secara kasar). Akan tetapi besarnya pembiayaan WC dilihat dari proyeksi pengembangan usaha anda di tahun mendatang dengan memperhitungkan nilai inflasi dan risiko tentunya.
Secara sistematis Bank/Institusi pembiayaan lainnya menghitung kebutuhan WC yaitu dengan rumus
WC = 70% (nilai stok/persediaan + nilai piutang - nilai hutang dagang)
*catatan nilai stok, piutang dan hutang dagang berada dalam satu periode akuntansi misalnya per desember 2010.
Bank/Institusi pembiayaan lainnya hanya membiayai usaha anda dengan WC 70% dari kebutuhan anda, mengapa demikian? karena mayoritas bank mewajibkan share (20-30%) dari debitur untuk membiayai usahanya sendiri, dan sisanya melalui bank/institusi pembiayaan lainnya...
Setelah anda merumuskan berapa WC yang akan didapat, beberapa hal yang perlu anda perhatikan antara lain :
AnggiBaginda (United Overseas Bank Indonesia)
@AnggiBaginda on twitter
Disini saya menggunakan istilah WC (working capital/modal kerja) dalam tulisan ini....Pertama-tama saya ingin memaparkan definisi WC (working Capital) terlebih dahulu, WC adalah pembiayaan dari bank/institusi lainnya untuk membantu usaha anda dalam pengadaan persediaan (stok) barang, pembiayaan piutang (tagihan) dikarenakan umur tagihan anda yang lama (tempo sampai sebulan) atau pelunasan hutang dagang anda kepada pihak ketiga..
WC yang diberikan oleh Bank/Institusi lainnya hanya membiayai ke 3 unsur tadi yaitu Stok, Piutang dan Hutang dagang, dan bukan untuk pembelian mesin, pembelian ruko/tempat usaha... Mengapa demikian? karena WC termasuk pembiayaan untuk belanja modal bukannya untuk pembelanjaan inventaris/peralatan seperti mesin, ruko dll.
Perhitungan WC oleh Bank/Institusi lainnya sebenarnya sangat simpel.. Bank bisa memberi pembiayaan WC kepada anda dengan perhitungan Maksimal 3x dari omset anda perbulan. Misalnya usaha anda mempunyai omset per bulan, maka Bank bisa memberi pembiayaan WC kepada anda maksimal Rp 300juta (secara kasar). Akan tetapi besarnya pembiayaan WC dilihat dari proyeksi pengembangan usaha anda di tahun mendatang dengan memperhitungkan nilai inflasi dan risiko tentunya.
Secara sistematis Bank/Institusi pembiayaan lainnya menghitung kebutuhan WC yaitu dengan rumus
WC = 70% (nilai stok/persediaan + nilai piutang - nilai hutang dagang)
*catatan nilai stok, piutang dan hutang dagang berada dalam satu periode akuntansi misalnya per desember 2010.
Bank/Institusi pembiayaan lainnya hanya membiayai usaha anda dengan WC 70% dari kebutuhan anda, mengapa demikian? karena mayoritas bank mewajibkan share (20-30%) dari debitur untuk membiayai usahanya sendiri, dan sisanya melalui bank/institusi pembiayaan lainnya...
Setelah anda merumuskan berapa WC yang akan didapat, beberapa hal yang perlu anda perhatikan antara lain :
- Nilai Jaminan (agunan) anda yang nilainya minimal 120% dari WC yang anda akan terima dari bank. dengan catatan jaminan anda valuable dan marketable
- Kemampuan Bayar anda. Bank/institusi pembiayaan lainnya juga akan menghitung kewajiban anda di bank lain (jika anda mempunyai kredit di bank lain) dengan biaya cicilan atau bunga WC tersebut
- Kolektibilitas anda di bank lain, Jika anda mempunyai kartu kredit, maka bank akan mengidentifikasi pembayaran kartu kredit atas nama anda melalui BI Checking. Saran saya jika anda mempunyai kartu kredit atau pinjaman rumah/ mobil jangan sekali-kali anda telat membayar, karena sekali saja anda telat membayar kemungkinan permohonan anda pasti ditolak oleh bank/Institusi pembiayaan lainnya.
AnggiBaginda (United Overseas Bank Indonesia)
@AnggiBaginda on twitter
Minggu, 27 Februari 2011
Tips menjaga cash flow keuangan anda saat gajian tiba....
Tanggal 25 datang,, entah banyak orang yang senang, atau sedih, atau biasa saja.. Rata-rata sih karyawan senang lah yaa...
Berikut adalah tips agar anda bisa menjaga cash flow keuangan anda di saat gajian tiba :
AnggiBaginda / @AnggiBaginda on twitter
Berikut adalah tips agar anda bisa menjaga cash flow keuangan anda di saat gajian tiba :
- Pisahkan langsung atau transfer ke rekening yeng berbeda agar anda menabung. Saya sarankan 20-25% dari gaji anda untuk tabungan masa depan. Saya juga sarankan pisahkan rekening anda menabung dan untuk keperluan sehari-hari.
- Keluarkan 2,5% langsung dari gaji anda untuk Zakat.
- Belilah barang kebutuhan sehari-hari yang sangat mendesak saat ini. Janganlah membeli barang yang mempunyai nilai penyusutannya per tahun besar (kecuali mendesak) misalnya : Peralatan listrik, Ponsel dll
- Budgetkan anggaran anda untuk berekreasi dengan keluarga, makan diluar, hang-out bersama teman dll
- Bayar cicilan kartu kredit anda, cicilan rumah anda. cicilan mobil anda tepat waktu..
- Kalau anda ada anggaran lebih, Belilah produk reksadana atau investasi di emas/ori/sukuk dll. Saya sarankan 10-15% dari anggaran anda ditempatkan di produk investasi ini.
AnggiBaginda / @AnggiBaginda on twitter
Senin, 03 Januari 2011
Fakta tentang bisnis perbankan
Bank adalah suatu lembaga intermediasi (penyaluran) uang dari yg surplus ke yg membutuhkan (kredit) berikut beberapa fakta ttg bisnis perbankan:
- Bank adalah suatu perusahaan yang bisa dibilang modal dengkul, bayangkan modal asli bank adalah sekitar 15% dari total asset, sisanya adalah uang nasabah. Jadi itulah salah satu alasan mengapa bank sangat menjaga kepercayaan nasabah.
- Bank di hampir semua negara sangat dipantau ketat. Hal tersebut dikarenakan jika bank bangkrut, maka akan berakibat "rush" atau penarikan besar-besaran dana dari nasabah. Hal tersebut dapat mengakibatkan krisis ekonomi seperti tahun 1998.
- Profit yang dipatok suatu bank sangatlah kecil, yaitu sekitar 5-6%. Berbeda dengan bisnis manufactur dan bisnis trading yang bisa mencapai 25%. Hal tersebut dikarenakan bank sangat menjaga kepercayaan nasabahnya.
- Prinsip bank ialah, menyalurkan kredit yang efektif dan sehat. Bank sangat berhati-hati dalam penyaluran kredit. Karena salah satu pendapatan bank ialah dari kredit disamping operasional dan treasury.
- Banyak nasabah yang complain koq repot ambil kredit di bank? Jawabannya adalah Uang Bank sebagian besar berasal dari nasabahnya, Jika terjadi gagal bayar oleh nasabah, maka bank akan bangkrut. jadi bank sangat berhati-hati dalam penyaluran kredit.
Minggu, 02 Januari 2011
Fakta dibalik Kartu Kredit
![]() |
Fenomena Kartu kredit di masyarakat kian gencar. Bank- bank seolah getol memberi kredit tanpa agunan (KTA) kepada masyarakat.. Berikut adalah fakta di balik Kartu Kredit :
- Kartu kredit (KTA) adalah fasilitas dari bank dengan BUNGA (Interest) tertinggi bila dibandingkan dengan fasilitas lain yaitu sekitar 40-50% per tahun...
- Kartu Kredit (KTA) adalah fasilitas pinjaman dari bank dengan risiko tertinggi, karena tidak ada jaminan dari nasabahnya... Maka untuk pengurusan penagihan, Bank menyewa beberapa "tukang tagih" yang siap ke rumah anda.
- Kartu Kredit (KTA) mengajarkan masyarakat untuk konsumtif, banyak promo yang bertuliskan cicilan 0%, akan tetapi harga barang sudah dinaikkan terlebih dahulu.
- Masing-masing Bank mempunyai database nasabah atau calon nasabah yang sama.. Apakah anda pernah ditelepon oleh Bank A dan anda berfikir dari mana Bank A tahu data saya.. Rupanya Antar Bank saat ini terjadi tukar menukar informasi nasabah atau calon nasabah, hal tersebut dapat berakibat privasi data nasabah berkurang
- Kartu kredit adalah suatu media yang gampang dibobol jika terjadi pencurian atau hilang. Ada beberapa Kartu kredit yang tidak memakai PIN untuk pengamanan transaksinya.
- Kartu kredit (KTA) sekarang dianggap sebagai "prestige" dan "Life Style" untuk kalangan mahasiswa maupun karyawan. Bahkan sekarang ada slogan "Kalau bisa Kredit kenapa harus Cash?"..
Sabtu, 01 Januari 2011
Beberapa Contoh Investasi yang Produktif....
Investasi sangat diperlukan sebagai perencanaan keuangan anda...Beberapa macam investasi yang mungkin menarik bagi anda :
Smoga Bermanfaat,,,
- Tanah dan Bangunan : Investasi ini membutuhkan modal sekitar Rp 60 juta sampai Rp 300 juta... Investasi ini cocok untuk jangka panjang (>5tahun) dan untuk disewakan (dikontrakkan). Untuk memulai investasi ini saya sarankan untuk membeli tanah terlebih dahulu (Cash atau Kredit) baru mendirikan bangunan....Alasan mengapa membeli tanah terlebih dahulu dikarenakan harga tanah setiap tahun meningkat sekitar 10% per tahun. dan disarankan beli tanah di daerah yang mempunyai prospek yang cerah...
- Reksadana : Investasi ini cocok untuk pemula. Reksadana dibagi menjadi 3 macam yaitu; Reksadana saham, Reksadana campuran, Reksadana pendapatan tetap. Ketiga jenis reksadana itu yang membedakan adalah tempat portofolio yang ditempatkan. Untuk saham 100% pada bursa. Memiliki risiko yang tinggi. sedangkan campuran memiliki portofolio 60% di saham dan 40% di obligasi. risiko menengah. dan Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio di SUN dan ORI..risiko rendah...Untuk memulai reksadana minimal Rp 1 juta...Sebagai pemula disarankan untuk berinvestasi di produk reksadana campuran. Dan anda disarankan untuk menunjuk perusahaan reksadana BUMN atau yg mempunyai kredibilitas yang bagus...
- Pendidikan : Lanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa dibilang investasi... Untuk investasi di bidang ini diperlukan Rp 50jt sampai Rp 100juta. Saya sarankan jika anda mau memulai investasi ini sesuaikan dengan background anda bekerja dan kebutuhan pasar..
- Emas : Investasi ini cocok untuk jangka panjang (>5tahun) Risiko investasi di bidang ini rendah, tetapi tingkat keamanan perlu anda perhatikan... Seharusnya anda membuka SDB (Safe Deposits Box) di bank untuk penyimpanan emas tersebut.
- Jaringan Pertemanan : Percaya tidak percaya pertemanan bisa dijadikan investasi.. Bertemanlah kpd orang yang mempunyai potensi dan ahli di bidangnya.. Setahu saya para direktur perusahaan besar awalnya adalah pertemanan dengan sesama direktur atau komisaris di perusahaan lain....
Smoga Bermanfaat,,,
Kamis, 23 Desember 2010
Career / Family / Money... please Choose one!
Karir atau keluarga atau uang....kata2 itu sering muncul di benak seorang karyawan..Memang begitulah dilemma seorang karyawan di dunia pekerjaan seperti saya sekarang ini hadapi.... Kata orang bijak "jika mau cepat melesat maka mulailah berkarir di daerah" ... akan tetapi sisi negatifnya dari pernyataan tersebut adalah anda akan merasa bosan dan minim hiburan, less-contact terhadap orang yg kita sayangi dan satu lagi ada biaya hidup yang lumayan besar yaitu living cost...
Khusus anda yang saat ini bekerja di Jakarta, Apakah pernah terlintas di pikiran anda bahwa anda merasa karir anda kedepannya mentok, sulit berkembang... tetapi anda dalam hati kecil anda bertahan di tempat kerja tersebut dengan alasan saya bisa lebih irit biaya sehari-hari karena saya tinggal bersama orang tua dan bisa bertemu orang-orang yang saya cintai setiap hari...
Itu semuanya pilihan kawan.... Jangan lihat dari satu sisi... Lihatlah dari sisi yang lain....
Please Choose One!
Salam Sukses buat anda
Khusus anda yang saat ini bekerja di Jakarta, Apakah pernah terlintas di pikiran anda bahwa anda merasa karir anda kedepannya mentok, sulit berkembang... tetapi anda dalam hati kecil anda bertahan di tempat kerja tersebut dengan alasan saya bisa lebih irit biaya sehari-hari karena saya tinggal bersama orang tua dan bisa bertemu orang-orang yang saya cintai setiap hari...
Itu semuanya pilihan kawan.... Jangan lihat dari satu sisi... Lihatlah dari sisi yang lain....
Please Choose One!
Salam Sukses buat anda
Selasa, 21 Desember 2010
Trust....
Trust atau dalam bahasa Indonesia yang berarti kepercayaan.... pernahkah anda mengalami krisi kepercayaan, baik dari teman, orang tua maupun atasan? hmmm.. menarik memang... Dengan Trust karir cepat berkembang, Dengan Trust bisa mendapatkan pekerjaan, Dengan trust bisa menjadi pengusaha tanpa modal, Dengan Trust bisa menjadi pemimpin dalam hierarki pemerintahan...... Ada sebuah istilah yaitu hampir semua bisnis berdasarkan Trust. Anda tidak percaya? mari kita bahas satu-persatu. Dalam bisnis dikenal kolega (rekan bisnis). Saya berkolega dengan anda didasarkan dengan Trust.
Kalau anda pergi ke daerah Jakarta Kota anda akan menjumpai bisnis khususnya bisnis Tionghoa yang berdasarkan Trust. Mereka menjalin utang piutang Milyaran Rupiah hanya mengandalkan secarik kertas yang ditanda tangani tanpa notaris.. Amazing... ya itulah Trust.... Mari kita menumbuhkan 5 huruf tersebut di dalam diri kita....
Kalau anda pergi ke daerah Jakarta Kota anda akan menjumpai bisnis khususnya bisnis Tionghoa yang berdasarkan Trust. Mereka menjalin utang piutang Milyaran Rupiah hanya mengandalkan secarik kertas yang ditanda tangani tanpa notaris.. Amazing... ya itulah Trust.... Mari kita menumbuhkan 5 huruf tersebut di dalam diri kita....
Senin, 20 Desember 2010
Introduction...... My Name is....
Perkenalkan, Saya adalah pendatang baru di Blog ini.... Nama Saya Anggi, Biasa teman2 memanggil saya Anggoy.. entah apa artinya itu... Saya berasal dari keluarga bankir... entah turunan dari bapak saya yg seorang bankir atau apalah, yg pasti saya sekarang adalah seorang bankir...
Mengenai saya, Saya adalah sosok pria yang masih belajar dalam mengarungi kehidupan ini.. Background saya adalah Agribisnis Pertanian IPB.. kata orang sih ilmu petani, tapi entah mengapa saya "nyasar" ke bidang perbankan.. mungkin mirip-mirip dengan pertanian kali ya *maksa*
Blog ini saya buat khusus men-share pengetahuan dan pengalaman saya baik di bidang perbankan maupun dalam kehidupan sehari-hari, mengeluarkan uneg-uneg, menyampaikan aspirasi atau mempromosikan sesuatu.. ya smoga bermanfaat untuk pembaca pastinya...
Riwayat kerja saya cukup kompleks, dari awal karir saya di Sekuritas sebagai analis market, kemudian sempat "mencicipi" beberapa karakter dan budaya kerja di bank BUMN posisi sebagai analis kredit dan akhirnya saya berlabuh di suatu perusahaan yg bergerak di bidang Perbankan juga perusahaan asing, milik singapur.. Namanya adalah UOB (United Overseas Bank)
Blog ini banyak berbicara tentang perbankan, kredit (pinjaman), dan segala sesuatu yang berbau financial... ada juga sih intermezzo yang menarik untuk dibaca... so,, lets start to read!!...
Mengenai saya, Saya adalah sosok pria yang masih belajar dalam mengarungi kehidupan ini.. Background saya adalah Agribisnis Pertanian IPB.. kata orang sih ilmu petani, tapi entah mengapa saya "nyasar" ke bidang perbankan.. mungkin mirip-mirip dengan pertanian kali ya *maksa*
Blog ini saya buat khusus men-share pengetahuan dan pengalaman saya baik di bidang perbankan maupun dalam kehidupan sehari-hari, mengeluarkan uneg-uneg, menyampaikan aspirasi atau mempromosikan sesuatu.. ya smoga bermanfaat untuk pembaca pastinya...
Riwayat kerja saya cukup kompleks, dari awal karir saya di Sekuritas sebagai analis market, kemudian sempat "mencicipi" beberapa karakter dan budaya kerja di bank BUMN posisi sebagai analis kredit dan akhirnya saya berlabuh di suatu perusahaan yg bergerak di bidang Perbankan juga perusahaan asing, milik singapur.. Namanya adalah UOB (United Overseas Bank)
Blog ini banyak berbicara tentang perbankan, kredit (pinjaman), dan segala sesuatu yang berbau financial... ada juga sih intermezzo yang menarik untuk dibaca... so,, lets start to read!!...
Langganan:
Postingan (Atom)







